Pasca gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu, masyarakat setempat masih menghadapi tantangan lain berupa kekeringan akibat musim kemarau. Sejumlah tenda pengungsian masih berdiri di beberapa lokasi, salah satunya di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan dasar, terutama air bersih dan kesehatan, menjadi hal yang mendesak bagi masyarakat terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian, Badak LNG menyalurkan bantuan berupa pembangunan infrastruktur sumur bor air bersih, family hygiene kit (paket perlengkapan kebersihan keluarga), obat-obatan, serta vitamin. Sebagian bantuan tersebut juga berasal dari partisipasi aktif para pekerja Badak LNG. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya selama berada di pengungsian.
Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keberadaan sumur bor diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat, termasuk pertanian, sehingga turut mendukung pemulihan ekonomi warga secara berkelanjutan.
Dalam penyalurannya, Badak LNG bekerja sama dengan Baituzzakah Pertamina (BAZMA Pertamina). Bantuan disalurkan secara bertahap sejak akhir September 2026 dan berlangsung hingga saat ini, dengan menyesuaikan kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi terdampak.
Supervisor Internal & External Relations Badak LNG, Syuhril, menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih dan kesehatan menjadi perhatian penting dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan pasca bencana.
“Perusahaan berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dalam pemulihan pasca gempa dan pemenuhan kebutuhan air bersih, serta meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat keterbatasan air dan kebutuhan pokok yang belum terpenuhi,” ujarnya.
Melalui BAZMA Pertamina, masyarakat penerima manfaat menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Badak LNG. Bantuan ini menjadi wujud solidaritas dan kehadiran Perusahaan untuk saling membantu dan menguatkan di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat NTT.