PT Badak Natural Gas Liquefaction — operator kilang LNG terbesar di Indonesia, melayani kebutuhan energi Asia selama lebih dari 50 tahun.
PT Badak NGL adalah perusahaan pencairan gas alam terbesar di Indonesia, berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur.
Kisah Badak LNG dimulai dengan penemuan cadangan gas alam di dua wilayah berbeda — Mobil Oil Indonesia menemukan gas di Lapangan Arun, Aceh Utara pada akhir 1971, sementara Huffco Inc. menemukan gas di Lapangan Badak, Kalimantan Timur pada awal 1972. Keduanya beroperasi di bawah Kontrak Bagi Hasil dengan Pertamina.
Pada saat itu, LNG masih merupakan konsep yang relatif baru di dunia, dengan hanya empat pabrik pencairan yang beroperasi secara global. Meski demikian, Pertamina, Mobil Oil, dan Huffco Inc. berkomitmen untuk membangun proyek ekspor skala besar yang pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai eksportir LNG terbesar di dunia.
Perjalanan Badak LNG dimulai dari penemuan gas di dua wilayah berbeda dan berkembang menjadi tolok ukur global industri LNG.
Mobil Oil Indonesia menemukan cadangan gas di Lapangan Arun, Aceh Utara pada akhir 1971. Huffco Inc. menemukan gas di Lapangan Badak, Kalimantan Timur pada awal 1972. Keduanya beroperasi di bawah Kontrak Bagi Hasil dengan Pertamina.
Pada 5 Desember 1973, lima perusahaan Jepang menandatangani kontrak pembelian LNG selama 20 tahun, menandai dimulainya era ekspor LNG Indonesia ke Asia.
Pabrik LNG Badak di Bontang selesai dibangun dan mulai beroperasi secara komersial. Kargo LNG pertama berhasil dikirim ke Jepang, menandai fajar industri ekspor LNG Indonesia.
Badak LNG berkembang pesat, menambah train produksi hingga mencapai total 8 train aktif dengan kapasitas gabungan 22,5 juta ton LNG per tahun.
Badak LNG bertransformasi menjadi Pusat Keunggulan manajemen fasilitas LNG internasional — meraih DNV Level 8 (pertama di Asia), PROPER Gold selama 13 tahun berturut-turut, dan ISO 50001.